logo fkh unair
logo fkh unair

Anjing Goza : si galak yang didiagnosa Pododermatitis

 

Surabaya, 6 Januari 2025 – Hari pertama saya di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga (RSHP) menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pagi itu, saya belajar melakukan perawatan pasien opname bersama partner dari tandem 2. Namun, di tengah hari, kami diminta membantu menangani pasien besar yang agresif. Awalnya, saya mengira tantangannya hanya pada kekuatan fisik, tetapi ternyata pasien tersebut juga sangat galak dan hampir melukai beberapa teman saya. Tak disangka, saya dan partner akhirnya ditunjuk menjadi penanggung jawab pasien tersebut.

Goza adalah pasien jantan berwarna hitam berumur 3 tahun dengan tubuh besar dan kuat. Ia datang ke RSHP pada 5 Januari 2025 dengan kondisi kaki berdarah. Pemiliknya melaporkan bahwa Goza menggigit kakinya sendiri hingga mengalami luka serius. Setelah diperiksa oleh drh. Miyayu, Goza didiagnosa menderita pododermatitis, yaitu peradangan pada telapak dan sela-sela jari kaki yang sering terjadi, serta berhubungan dengan gangguan kulit lainnya.

Goza sangat agresif terhadap orang baru, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun kepercayaannya. Bahkan, di hari ketiga saya menangani Goza, ia menggigit tangan saya hingga luka cukup dalam, membuat suasana di RSHP menjadi heboh. Namun, kejadian tersebut tidak membuat saya takut atau trauma. Sebaliknya, saya merasa tertantang untuk mencari cara mendekati Goza. Kurang lebih dalam dua minggu, saya berhasil membuatnya luluh, dan tanpa disadari, saya pun mulai menyayangi Goza.

Proses Perawatan dan Pengobatan

Penanganan luka Goza melibatkan beberapa tahap perawatan, yaitu:

  1. Membersihkan luka dengan NaCl.
  2. Mengoleskan antiseptik pada luka dan menunggu hingga kering.
  3. Mengaplikasikan salep untuk membantu penyembuhan.
  4. Menutup luka dengan bubuk herbal.
  5. Memasang perban dengan berbagai teknik agar tidak mudah lepas.

Setiap hari saya mencoba berbagai metode agar perban tetap terpasang dengan baik. Perkembangan penyembuhan luka Goza cukup signifikan, yang membuat saya semakin semangat dalam merawatnya.

Pembelajaran Berharga

Merawat Goza memberikan saya banyak pelajaran, mulai dari kreativitas dalam memasang perban, teknik pendekatan dengan pasien agresif, hingga pentingnya memberikan kasih sayang dalam perawatan. Ternyata, pendekatan dengan kelembutan dan kesabaran membuahkan hasil yang luar biasa. Goza pun semakin tenang dan bisa menerima perawatan dengan lebih baik.

“Hi Goza, jangan gigit orang terus ya. Semua di sini ingin merawat kamu agar cepat sembuh. Sehat selalu, sayangku, Goza!”

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Perawatan medis yang diberikan kepada Goza mencerminkan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari kesejahteraan secara keseluruhan. Kesehatan hewan juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan zoonosis (penyakit yang dapat menular ke manusia).

SDG 4: Pendidikan Berkualitas
RSHP Unair menyediakan lingkungan belajar bagi mahasiswa kedokteran hewan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menangani pasien. Ini merupakan bentuk pendidikan praktis yang meningkatkan keterampilan klinis dan empati.

SDG 15: Ekosistem Darat
Kesehatan hewan domestik yang baik berkontribusi pada keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Perawatan dan kesejahteraan seperti yang diberikan kepada Goza membantu menjaga populasi tetap sehat dan mencegah penyebaran penyakit.

Melalui pengalaman ini, saya semakin memahami bahwa kedokteran hewan bukan hanya tentang mengobati, tetapi juga tentang membangun hubungan kepercayaan dengan pasien dan memastikan kesejahteraan mereka dengan sepenuh hati.

Penulis: Yoan Thessalonika

 

Scroll to Top