logo fkh unair
logo fkh unair

PROLAPSUS BERULANG PADA ANAK KUCING, HINGGA COLOPEXY??

Prolapsus ialah suatu keadaan sebagian ataau semua bagian percernaan (rectum) keluar dari anal Sphincter external. Prolapsus ini ditandai dengan adanya massa silinder bewarna merah
muda yang keluar dari anus (Viliotti et a., 2018). Segala hal dapat menjadi penyebab prolapsus ani. Hewan yang merejan baik karena ada masalah di sistem pencernaan, sistem reproduksi,
ataupun sistem perkemihan juga dapat menjadi salah satu faktor terjadinya prolapsus ani.

Kasus prolapsus ini juga ditemukan pada salah satu pasien kucing pada RSHP UNAIR, kucing tersebut mengalami prolapsus ani berulang hingga 2x, dan penanganan yang telah dilakukan pada kucing tersebut adalah reposisi dari salah satu klinik di Surabaya, dan disarankan untuk diobservasi lebih lanjut dan dilakukan colopexy apabila prolapsus ani berulang di RSHP UNAIR. perjalanan kasus kucing tersebut adalah:

24 Desember – 31 Desember 2024, merupakan kedatangan pertama pasien kucing yang mengalami prolapsus tersebut di RSHP UNAIR. Kucing tersebut diberikan terapi dan obat resep yang berisi antibiotik, probiotik, antiinflamasi, multivitamin, dan vitamin neurotropik. Selama di RSHP UNAIR, selain diterapi medis, untuk pakan diberikan khusus gastrointestinal dan dicampur dengan bubur sun. Selama diobservasi, juga dilakukan treatment pembersihan kutu, serta dijemur pada pagi hari. Pada masa observasi, ditemukan adanya cacing yang keluar dari anus Kc.Pua, kemudian diterapi dengan obat antiparasit. Observasi dilakukan hingga 8 hari, dan tidak menunjukkan adanya prolapsus berulang, dan Kucing tersebut diizinkan untuk pulang pada tanggal 31 Desember 2024.

selanjutnya pada tanggal 11 Januari 2025, merupakan kedatangan kali kedua kucing tersebut di RSHP UNAIR. Kucing tersebut datang dengan keadaan prolapsus ani, diare, dan terdapat infestasi kutu pada tubuhnya. Kok bisa prolapsus lagi? Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya prolapsus ini khususnya yang lebih sering pada anak kucing. Kucing tersebut disarankan  untuk tetap diberikan pakan khusus gastrointestinal yang dicampur dengan bubur sun selama satu bulan kedepan, tetapi saat dirumah oleh owner diberikan wetfood biasa.

Setelah diterima di poli RSHP UNAIR pada tanggal 11 Januari 2025, perlakuan yang langsung diterima oleh Kucing tersebut adalah reposisi prolapsus ani ini dan tidak lupa dibantu dengan tehnik menjahit purse-string. Segala hal ini dibantu oleh mahasiswa koasistensi (dokter hewan muda), paramedis, dan tentu diawasi oleh dokter hewan senior RSHP UNAIR. Dikarenakan keadaan Kc. Pua yang prolapsus berulang ini, maka ditetapkan untuk dilakukan colopexy pada tanggal 14 Januari 2025. tidak lupa kucing tersebut dipuasakan 7 jam sebelum tindakan operasi. Kegiatan ini juga merupakan salah satu langkah yang menunjang pelaksanaan SDGS, yaitu SDG no. 4 (Quality Education), dan SDG no. 15 (Life on land).

Apa itu colopexy??
Colopexy merupakan suatu tindakan operasi sebalah salah satu cara menngobati prolapsus ani ini. Colopexy dilakukan dengan cara mengikat sebagian organ pencernaan ke dinding pencernaan, sehingga diharapkan tidak akan keluar dikemudian hari nanti.

Bagaimana pasca operasi colopexy??

Keadaan Kc. Pua dari kedatangan pertama hingga pasca operasi memang cukup baik, tidak pernah terkendala terkait makan ataupun minum. Pasca operasi, Kc. Pua tetap diberikan
obat resep minum yang berisi antibiotik, antiinflamasi, probiotik dan multivitamin. Kc. Pua tidak menunjukkan adanya penurunan baik itu nafsu makan, minum, maupun konsistensi feses. Kc. Pua diobservasi hingga 10 hari di RSHP UNAIR. Selama diobservasi, luka jahitan baik, tidak ada rembesan ataupun kebocoran. Pada 3 hari pasca operasi, Kc. Pua sudah lepas dari infus. Pada tanggal 24 Januari 2025 atau 10 hari pasca operasi, Kc. Pua dilakukan pelepasan jahitan (aff hecting) dan diizinkan untuk pulang. Catatan yang diberikan yaitu untuk memberikan cat
wetfood khusus gastrointestinal yang dicampur dengan bubur sun selama 1 minggu kedepan.

Penulis: Yuni Nur Khasanah

Daftar Pustaka
Viliotti TA, de Lima AN, Rodrigues IR, Feitosa AS, Santos RD, Ceni SA, Fernandes ME, Ferraz RD. 2018. Surgical approach of rectal prolapse in feline: case report. PUBVET. 12(3):1-5.

Scroll to Top