logo fkh unair
logo fkh unair

Pengalaman Menangani Pasien Eksotik

SURABAYA – Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga menjadi salah satu wahana pembelajaran bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) dalam menangani berbagai kasus klinis pada hewan domestik maupun satwa eksotik. Melalui keterlibatan langsung dalam pelayanan medis veteriner, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik klinis yang nyata.

Salah satu pengalaman pembelajaran yang diperoleh mahasiswa adalah keterlibatan dalam penanganan kasus fraktur pada burung merak muda yang memerlukan tindakan bedah. Pasien datang dengan kondisi cedera pada sayap yang memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penanganan yang tepat. Setelah dilakukan pemeriksaan klinis dan pertimbangan medis oleh tim dokter hewan, tindakan bedah dipilih sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan satwa.

Mahasiswa PPDH berkesempatan mengikuti seluruh rangkaian penanganan kasus, mulai dari proses penerimaan pasien, pemeriksaan klinis, persiapan tindakan bedah, hingga perawatan pascaoperasi. Keterlibatan dalam prosedur tersebut memberikan pengalaman mengenai penerapan prinsip aseptik, manajemen pasien bedah, serta pentingnya kerja sama tim dalam pelayanan kesehatan hewan.

Setelah menjalani tindakan bedah, pasien mendapatkan perawatan intensif di ruang rawat inap RSHP Universitas Airlangga. Mahasiswa turut berpartisipasi dalam pemantauan kondisi pasien, perawatan luka, pemberian terapi sesuai instruksi dokter hewan, serta pengelolaan lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mempelajari pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam menangani pasien yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan.

Selain kasus pada aves, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam menangani satwa eksotik lainnya, termasuk kura-kura sulcata yang datang dengan gangguan pada sistem urinaria. Penanganan kasus tersebut melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa radiografi untuk membantu proses diagnosis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami karakteristik anatomi dan fisiologi reptil yang berbeda dengan hewan domestik pada umumnya serta mempelajari pendekatan diagnostik yang sesuai untuk satwa eksotik.

Beragam kasus yang ditangani di RSHP Universitas Airlangga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kedokteran satwa eksotik. Tidak hanya keterampilan teknis yang dikembangkan, tetapi juga kemampuan komunikasi dengan pemilik hewan, pengambilan keputusan klinis, serta penerapan prinsip kesejahteraan hewan dalam setiap tindakan medis yang dilakukan.

Kegiatan pembelajaran klinis ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman klinis secara langsung, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya mendukung perlindungan dan kesejahteraan satwa, termasuk satwa eksotik yang memerlukan penanganan medis profesional.

Penulis: Gita Angelina, PPDH 43 Tandem 4 Kelompok 4A

Scroll to Top