logo fkh unair
logo fkh unair

Penyakit Mata pada Kucing

Suatu hari, datanglah dua orang perempuan yakni seorang ibu dan anaknya yang sudah remaja ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) demi menolong hewan kesayangan mereka yang sedang sakit. Hewan tersebut mengalami infeksi pada mata yang diduga akibat perkelahian dengan hewan lain di luar sana hingga terjadi infeksi bakteri.

Hewan tersebut datang dengan kondisi mata yang cukup menyedihkan. Namun, menurut dokter spesialis mata di RSHP, kondisinya masih memiliki kesempatan untuk sembuh. Ia mengalami anterior uveitis yang disertai ruptur pada globe mata. Uveitis adalah kondisi peradangan pada daerah uvea mata. Saat datang, terjadi peradangan yang menyebabkan ulserasi dan edema pada kornea mata. Bila dilihat sekilas, matanya mengalami penonjolan pada bagian globe yang rupture dan terdapat selaput putih pada korneanya. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat tim medis untuk berusaha memberikan perawatan terbaik.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter memberikan resep obat tetes mata kepada pemilik. Namun, karena keterbatasan waktu untuk merawat secara intensif, pemilik memilih untuk melakukan rawat inap hingga kondisinya membaik. Sebagai mahasiswa PPDH yang bertugas, saya bersama rekan saya bertanggung jawab atas perawatan harian. Pada awalnya, hewan ini tampak ketakutan saat diberikan obat tetes, tetapi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, kami berhasil membuatnya merasa lebih nyaman.

Hari demi hari kondisinya mulai membaik. Ia semakin lincah dan bersemangat. Perkembangan penyakitnya juga menunjukkan tanda-tanda positif, seperti edema kornea yang semakin menipis dan kondisi ruptur pada globenya yang mulai membaik. Hingga suatu hari, dokter memutuskan bahwa ia sudah cukup sehat untuk menjalani rawat jalan. Pada sore harinya, pemiliknya datang menjemput dengan perasaan lega.

Kisah ini memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari pemahaman tentang perjalanan penyakit hingga pentingnya kasih sayang dalam proses penyembuhan. Kejadian ini juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), yang mencakup kesejahteraan semua makhluk hidup, termasuk hewan. Selain itu, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) juga relevan karena berkaitan dengan tanggung jawab pemilik hewan dalam merawat dan memastikan kesehatan mereka. Dengan adanya kesadaran dan perhatian lebih terhadap kesejahteraan hewan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua makhluk hidup.

 

Penulis: Ahmad Hafid D.

Scroll to Top