logo fkh unair
logo fkh unair

Pasien Sapi dari Madura

Pada tanggal 6 Januari 2025, dua ekor ternak datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga diantar oleh pemiliknya. Kedua ternak tersebut mengalami luka di bagian pangkal ekor akibat pukulan saat perlombaan serta terdapat benjolan berisi nanah pada kaki mereka, yang diduga disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemilik mengeluhkan bahwa ternaknya mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh, terutama pada kaki, serta mengalami penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengevaluasi suhu tubuh, frekuensi pulsus, dan respirasi, dengan hasil menunjukkan kondisi normal pada kedua ternak tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter hewan yang bertanggung jawab memberikan terapi yang sesuai. Untuk ternak pertama, dilakukan tindakan insisi pada benjolan di bagian bokong guna mengeluarkan nanah yang terkumpul. Setelah nanah dikeluarkan, luka dibersihkan menggunakan antiseptik dan larutan steril. Selain itu, diberikan terapi antibiotik serta terapi suportif berupa vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Ternak kedua menunjukkan gejala lemas dan mengalami penurunan nafsu makan. Oleh karena itu, dokter memberikan terapi suportif untuk meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh. Setelah semua prosedur dan terapi dilakukan, pemilik diperbolehkan membawa ternaknya pulang untuk melanjutkan perawatan di rumah dengan obat-obatan yang telah diberikan.

Kasus ini memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:

  1. SDG 3: Good Health and Well-Being
    • Penanganan luka dan infeksi pada ternak berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan hewan. Hewan yang sehat juga berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama bagi peternak yang menggantungkan hidupnya pada produksi ternak.
  2. SDG 2: Zero Hunger
    • Penyakit pada ternak dapat berdampak pada produktivitas peternakan, yang pada akhirnya mempengaruhi ketersediaan pangan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sektor peternakan. Dengan adanya perawatan yang tepat, ternak dapat kembali sehat dan berkontribusi pada ketahanan pangan.
  3. SDG 12: Responsible Consumption and Production
    • Perawatan yang baik terhadap ternak mencerminkan praktik peternakan yang berkelanjutan. Pengobatan yang tepat guna serta pemantauan kesehatan ternak dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit dan meningkatkan efisiensi dalam produksi peternakan.

Dengan adanya pendekatan medis yang tepat dan kesadaran pemilik ternak dalam menjaga kesehatan hewan mereka, maka kualitas peternakan yang lebih baik dapat tercapai, mendukung keberlanjutan sektor peternakan serta kesejahteraan hewan dan manusia secara keseluruhan.

Penulis: Fahsulgama Akbari I.

Scroll to Top