Kampoeng Olahan Hasil Laut: Inovasi Olahan Laut Berbasis Wisata Kuliner di Pesisir Bulak, Surabaya

Kekayaan hasil laut sangat besar dan masih perlu dieksplorasi potensinya. Sumber daya alam di laut serta sumber daya manusia di pesisir perlu dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlanjutannya. Sabtu pagi (30/07/2022), para ibu-ibu / istri nelayan disekitar pesisir Bulak, Surabaya berkumpul untuk mengikuti Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) bertajuk Inovasi Olahan Hasil Laut Berbasis WIsata Kuliner di Pesisir Bulak, Surabaya: Kampung Olahan Hasil Laut. Kegiatan ini di nahkodai oleh Prof.Dr. Wurlina,drh.,MS (FKH), dengan anggota Dr. Kadek Rachmawati,drh.,MKes (FKH), Drh. Suzanita Utama, MPhill.,PhD (FKH), Dr. Gunanti Mahasri, Ir., MSi (FPK). Kegiatan tesebut di ikuti oleh mahasiswa S1 FKH Unair serta UMKM Olahan Hasil Laut “Bunda” dan UMKM istri nelayan “Nelayan Q”, turut melibatkan juga dr. Niluh Suwasanti,SpPK dari Fakultas Kedokteran UKWMS (Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya). Para peserta sangat antusias mengikuti program dengan beberapa agenda antara lain membuat diversifikasi produk olahan hasil laut utamanya ikan asap dan kerang. Para peserta juga diberikan pengetahuan tentang produk olahan hasil laut berupa ikan maupun kerang dapat mencegah stunting. Salah satu faktor terjadinya kondisi stunting karena kurangnya asupan makanan bergizi kepada ibu hamil dan anak-anak balita. Dengan makan ikan dalam beragam bentuk olahan sangat membantu untuk mencegah stunting. Hal ini mengingat ikan memiliki gizi lengkap kebutuhan untuk pertumbuhan manusia. Program PPPUD ini merupakan kegiatan multitahunan. Tak lupa pula kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Author: Wurlina

Editor: Daeng Fajar

Hits 29

Terpopuler






Berita Terbaru