Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

Koasistensi Divisi Reproduksi Veteriner : Melatih Kemampuan Eksplorasi Rektal dan Inseminasi Buatan

Pada Rabu, 27 Maret 2024, pukul 06.30, kelompok 4B PPDH XXXIX yang terdiri dari  Talitha Putri Salsabila, Amira Halimah Zahrorona, Ilsa Mifa Nofira, Saumy Kirey Millannia, Luthfiyyah Nur Afifah Siswandi, Azhari Athaillah Sulaiman dan Low Bryan melaksanakan hands on di Kandang Ternak Sapi. Kegiatan ini dibimbing oleh Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, Drh., M.Sc dan Prof. Dr. Herry Agoes Hermadi, Drh., M.Si.

Program  Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Gelombang 39 kelompok 4B FKH UNAIR ini  sedang melaksanakan sala satu kegiatan koasistensi di Divisi Reproduksi, yaitu eksplorasi rektal dan inseminasi buatan. Urutan eksplorasi rektal  adalah dengan palpasi cervix, uterus, cornua dan ovarium melalui dinding rektum.

Pada kesempatan itu peserta juga diajarkan    teknik pengambilan darah melalui vena coccygea, melakukan anastesi epidural, injeksi obat secara IM di gluetus dan prescapula serta injeksi secara Sub Cutaneus di bagian cervicalis.

Eksplorasi rektal merupakan salah satu metode deteksi kebuntingan pada hewan besar dengan meraba organ reproduksi. Selain itu  eksplorasi rektal bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan reproduksi.  Peserta juga berlatih memasukkan gun    inseminasi melalui vagina.

Inseminasi Buatan (IB) adalah Proses memasukkan semen beku yang telah dicairkan yang berasal dari ternak jantan unggul ke dalam saluran alat reproduksi betina, sehingga menghasilkan anak yang  berkualitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu genetik ternak.

Peseta juga mempelajari teknik pengambilan darah dari Vena Coccygea Sapi. Cara pengambilan darah melalui Vena Coccygea dilakukan dengan   mengangkat ekor sapi   secara horizontal kemudian   pada pangkalnya  terdapat sulcus dari Vena Coccygea, maka di area tersebutlah ditusukkan jarum untuk menampung darahnya. Selanjutnya  peseta diajarkan cara Anastesi Epidural, dengan menancapkan jarum di antara os vertebrae terakhir dan os Coccsygea pertama. . Anastesi epidural bertujuan untuk pembiusan lokal pada bagian pangkal ekor sehingga ekor terkulai, hewan tidak kontraksi dan tidak merasakan sakit sehingga mudah untuk di tangani bila ada kasus reproduksi.  Peserta PPDH juga  melakukan teknik injeksi obat secara intra muscular pada area gluteus dan pre scapula serta   secara sub cutaneus pada area cervicalis. Terakhir dilakukan pula pemberian obat melalui intrauterine dengan cara memasukkan plastik sheet untuk menginjeksikan povidon iodin 0.5 %.

Kegiatan ini terkait dengan SDG’s nomer 4 yaitu tentang Quality of Education

Penulis : Amira Halimah Zahrorona, S.KH

Akses Cepat

Buletin Berita

Dapatkan berita terbaru dari kami