Kewaspadaan Peternak terhadap Penyakit LSD Harus ditingkatkan!

Penyuluhan Penyakit LSD di Dusun Ndinginan, Desa Kedungpanji

Sumber : Dokumentasi Pribadi 

Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit  kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus(LSDV) yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau. Belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba. Penyakit ini dikalangan Desa Kedungpanji disebut sebagai penyakit lato-lato. Karena  keberadaan LSD berbarengan dengan musim permainan anak-anak yaitu lato-lato.

Menurut survei, dari kelompok pengabdian masyarakat di daerah Kedungpanji menemukan beberapa sapi suspek LSD. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena LSD dapat merugikan peternak dalam aspek ekonomi, yaitu dijual dengan harga rendah. Gejala LSD antara lain demam tinggi, hipersalivasi, lakrimasi, penurunan nafsu makan, dan muncul nodul atau benjolan di kulit. Menurut pengamatan, nodul LSD muncul pada hari ke-7 di area kepala, leher, punggung, ekor, dan ambing dengan ukuran 2-7 cm. Nodul ini sering disepelekan karena dianggap sebagai gigitan serangga biasa. Hari ke-11, nodul sudah mulai menyebar ke seluruh tubuh.

Untuk menanggulangi terjadinya kasus LSD di hewan ternak, kelompok Desa Kedungpanji melaksanakan kegiatan penyuluhan yang melibatkan para ibu di Dusun Ndinginan tempat kelompok Desa Kedungpanji tinggal. Dalam kegiatan ini dijelaskan ciri-ciri, gejala, dan kerugian apa saja yang akan dihadapi oleh para peternak jika ternak mereka terjangkit penyakit LSD atau lato-lato.