BERPACU MERAIH KOMPETENSI

Kompetensi diri merupakan kualitas diri, atau karakteristik seorang individu yang
mendasar, yang merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang sudah tertanam dan juga sudah
berlangsung lama, yang akan dapat memprediksi reaksi dan perilakunya dalam berbagai situasi
kerja dan menjadi latar belakang suatu tindakan perilaku dan kinerja atau performance. Tingkat
kompetensi itu didukung oleh tiga aspek pilar yang sangat penting yaitu pengetahuan atau
knowledge, kemampuan atau skill, tingkah laku atau attitude. Kompetensi menjadi aspek penting
dalam dunia kerja, terutama bagi calon dokter hewan muda. Dengan menunjukkan kompetensi
yang mereka miliki, maka mereka bisa mencari posisi pekerjaan yang tepat.

Hal ini serupa dengan visi misi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
untuk mencetak dokter-dokter hewan muda yang memiliki kompetensi unggul. Untuk
mewujudkan dokter hewan muda yang berkompetensi fakultas memberikan berbagai fasilitas bagi
mahasiswa untuk mengasah kemampuan hard skill maupun soft skill. Salah satunya pada aspek
peningkatan kompetensi soft skill fakultas menyediakan kegiatan pembelajaran mengenai
permasalahan reproduksi pada hewan besar.

Kegiatan pembelajaran mengenai reproduksi hewan besar salah satunya inseminasi buatan
dimana mahasiswa mendapatkan pembelajaran tersebut di Divisi Reproduksi Fakultas Kedokteran
Hewan Universitas Airlangga. Kegiatan pembelajaran mengenai reproduksi hewan besar diadakan
secara hands on di wahana kandang sapi yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Airlangga. Kegiatan pembelajaran tentang reproduksi hewan besar tersebut diadakan
pada Jumat, 4 Agustus 2023 yang diawasi langsung oleh Prof. Dr. Tita Damayanti Lestari, drh.,
M.Sc

Adapun kegiatan mengenai hewan besar tersebut berupa Inseminasi Buatan pada Sapi yang
diawali dengan mahasiswa PPDH 38 Menyiapkan straw after thawing, memasukkan straw ke
dalam plastic sheet, memasukkan plastic sheet ke dalam gun IB. Memasukkan gun IB melalui
vagina sapi melewati cervix hingga mencapai posisi 1-4 ke arah uterus dengan tangan kiri
memandu gun melalui rektal. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan mahasiswa PPDH 38 Tandem
1 Kelompok 1A dan 1B dalam memasukkan gun IB yang tepat, tetapi juga mengajarkan
mahasiswa PPDH untuk memberikan pengobatan berupa AB Sulfapros dan povidone iodine secara
intra uterine.

Pada kegiatan pembelajaran mengenai reproduksi hewan besar ini Prof. Dr. Tita
Damayanti, drh., M.Sc. berharap menjadi bekal mahasiswa PPDH sebagai calon dokter hewan
muda dalam meraih kompetensi unggul untuk mencapai masa depan yang cemerlang.

Penulis : Supriyadi
Kelompok 1A dan 1B : 1. Nur Mariyam Kusuma, S. KH.
2. Agung Mujiburrahman, S. KH.
3. Muhammad Rizqi Pratama, S. KH.
4. Fenny Rahmadianita, S. KH.
5. Cynthia Retno Wulandari, S. KH.
6. Lilis Nur Aisyah, S. KH.
7. Devia Yoanita Kurniawati, S. KH.
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Tita Damayanti, drh., M.Sc.

Leave a Reply