Pengabdian Masyarakat Internasional FKH Universitas Airlangga di Bondowoso

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) internasional atau international vet volunteer 2019 pada tanggal 8 – 20 Juli. Seperti berita dari UNAIR NEWS pada http://news.unair.ac.id/2019/07/24/terapkan-poin-tridharma-perguruan-tinggi-fkh-unair-adakan-pengabdian-masyarakat-internasional/, kegiatan pengmas ini diselenggarakan sebagai sarana pengimplementasian salah satu poin Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat.

Kegiatan itu diikuti oleh 213 peserta mulai dari angkatan 2016, 2017, dan 2018. Termasuk keikutsertaan dua delegasi nasional di luar FKH UNAIR serta lima delegasi internasional.

“Sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan juga untuk menerapkan materi-materi yang telah dipelajari ke dalam bentuk praktik,” tutur Surya Jovinson T.O, mahasiswa FKH angkatan 2016. Jovinson, sapaan akrabnya, mengatakan bentuk pengimplementasian kegiatan tersebut dilakukan dengan cara berinteraksi dengan masyarakat melalui penyuluhan dan peningkatan kesehatan hewan di Kabupaten Bondowoso.  Susunan kegiatan pengmas, imbuhnya, terbagi menjadi 2 sesi. Pertama dilakukan pada tanggal 8-10 Juli. Selama dua hari, para peserta akan diberi pembekalan beberapa materi dan praktikum. Hal tersebut dilaksanakan sebagai persiapan sebelum terjun ke lapangan. Barulah pada tanggal 11-20 Juli para peserta akan terjun ke daerah tujuan. Diketahui  daerah sasaran berada di Kabupaten Bondowoso, khususnya di 3 lokasi, yakni Kecamatan Maesan, Jambesari, dan Tamanan dengan total keseluruhan 10 desa.

Jovinson melanjutkan, penyuluhan dilaksanakan melalui pendekatan kepada masyarakat setempat. Dalam alurnya, masyarakat akan ditanya tentang keluh kesah atau masalah yang dialami ternak mereka. Para peserta nantinya akan mendalami permasalahan ternak yang dialami masyarakat dan menentukan solusi yang tepat.

Kemudian para peserta juga akan berupaya meningkatan kesehatan hewan ternak masyarakat. Misalnya, pemberian vitamin B kompleks, pemberian obat cacing, serta pengobatan hewan sakit (di bawah pengawasan dan arahan dokter hewan pendamping).

“Menurut pendapat saya sendiri pengmas menjadi sarana positif untuk menerapkan ilmu kedokteran hewan sejak dini agar kelak lebih matang dalam menjalani profesi sebagai dokter hewan nanti,” lanjut Jovinson. Pada akhir Jovinson berujar dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat menggali dan meningkatkan potensi daerah Bondowoso terutama dalam bidang peternakan sebagai salah satu sumber perekonomian yang penting bagi Indonesia.

(H. Primarizky)

Hits 91

Terpopuler