UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga kembali berpartisipasi dalam perhelatan terkait sektor peternakan dan kehewanan. Yakni, The 14th Indonesia’s No. 1 International Livestock, Feed, Dairy and Fisheries Expo, and Forum (Indo Livestock) pada Rabu (3/7/19) hingga Jumat (5/7/19) di Grand City Convex, Surabaya.

Acara bertajuk Inovasi Teknologi Peternakan Menuju Revolusi Industri 4.0 itu diikuti seluruh partisipan lokal maupun mancanegara. Meliputi, pelaku usaha, pakar, instansi pemerintah, serta perguruan tinggi yang bergerak di sektor peternakan dan kehewanan. Hal itu ditujukan untuk memberikan pemahaman, juga mendorong terciptanya inovasi baru pada bidang tersebut.

Saat dimintai keterangan, Oky Setyo Widodo, drh., M.Si., selaku perwakilan pengajar FKH UNAIR mengatakan bahwa ajang itu dapat menjadi peluang bagi pihaknya untuk memperkenalkan diri dalam skala yang lebih besar. Beberapa mahasiswa pun diterjunkan sebagai peserta booth agar semakin mengetahui industri profesi kedokteran hewan.

”Di sini, kami menampilkan profil prodi FKH yang sudah terakreditasi A. Sasarannya adalah banyaknya alumnus yang datang ke Indo Livestock 2019. Mungkin mereka berminat untuk melanjutkan pendidikan magister atau doktoral di FKH UNAIR,” terang Oky.

Selain itu, FKH UNAIR melakukan pendataan kontak employee serta memperluas koneksi baru untuk fakultas. Misalnya, berkenaan tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan magang mahasiswa.

Dalam booth FKH UNAIR, ditampilkan pula kegiatan mahasiswa melalui video profil dan display dari kelompok minat profesi veterineer ternak besar serta mahasiswa exotic. Bahkan, hewan-hewan yang mereka bawa mampu memikat para pengunjung.

”Kami membawa serta iguana dan beberapa jenis ular sebagai display. Antusiasme pengunjung lumayan banyak karena dapat berfoto bersama iguana dan ular,” imbuhnya.

Salah satu produk dosen FKH UNAIR juga diperlihatkan. Yakni, probiotik hasil penelitian Dr. Widya Paramita Lokapirnasari M.P., Drh. Sebagai informasi, probiotik merupakan alternatif pengganti antibiotik imbuhan pakan ternak. Fungsinya adalah untuk menekan pertumbuhan bakteri pathogen dalam saluran pencernaan dengan memproduksi senyawa anti mikroba bagi bakteri pathogen. Senyawa itu merupakan hasil metabolisme bakteri probiotik tersebut, antara lain, asam laktat, asam asetat, H2O2, dan bakteriosin.

Kandungan lainnya yang terdapat pada probiotik adalah bakteri selulotik sebagai pendegradasi bahan berserat pada pakan agar lebih mudah dicerna. Karena itu, probiotik dapat berperan untuk meningkatkan konsumsi pakan serta laju pertumbuhan.

”Sebetulnya ada beberapa produk lain karya dosen FKH UNAIR. Tetapi, yang sudah memiliki izin edar baru probiotik milik drh. Widya. Kalau yang lain masih proses,” sebutnya.

Selain berkesempatan membuka booth, dua pengajar FKH UNAIR lainnya turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar di tempat yang sama pada Kamis (4/7/19). Yakni, Prof. Dr. Suwarno M.Si., Drh., yang membawakan materi mengenai pemanfaatan Immunoglobulin Y (IgY) dan Prof. Dr. Lucia Tri Suwanti drh., M.P., yang didapuk untuk menjelaskan permasalahan coccidiosis pada unggas, khususnya ayam. (*)


Penulis: Nabila Amelia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

sumber : http://news.unair.ac.id/2019/07/09/fkh-unair-kembali-berpartisipasi-dalam-indo-livestock-expo-and-forum/

Hits 73